HILANG TENGGELAM SAAT MANCING BAMBANG MASIH DALAM PENCARIAN TIM SAR GABUNGAN

DUMAI -- Tim SAR gabungan dari dari Basarnas Pekanbaru, Sat Pol Air serta Lanal Dumai  terus melakukan pencarian terhadap satu orang korban tenggelam yang hingga Senin (03/04/17) belum juga ditemukan. 

Korban adalah Bambang Sugiarto (43) warga Perumahan BTN Sunaryo, Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur. 

Korban tenggelam saat pergi memancing bersama kedua rekannya, Juharnis (50) dan Riswan (24) mengunakan kapal kayu jenis sampan dayung minggu (02/04/17) di sekitar perairan pelabuhan best Mundam.

Kantor SAR Pekanbaru mendapat informasi dari anggota lanal Dumai bahwa pada pukul 18.30 wib tejadi musibah org tenggelam di pelabuhan best Mundam atas nama Bambang, pada hari itu juga kantor SAR Pekanbaru melalu kasubsi Ops SAR Abdul malik.S.Sos memberangkatkan 1 (satu) Tim bergerak menuju lokasi kecelakaan dengan menggunakan Kapal Negara (KN) 402 yang bersandar di pelabuhan Pokala.

“Hari ini sudah memasuki hari kedua tim melakukan pencarian terhadap korban tenggelam bernama Bambang. Selain melakukan koordinasi, sebanyak 10 orang personil dari Sat Pol Air Polres Dumai dan Polda, 5 orang personil dari Lanal Dumai dan 10 orang petugas dari Basarnas. Itu merupakan tim gabungan kita yang turun lansung hari ini,”ujar Leni sosok wanita Satu-satunya Capten Kapal Basarnas itu. 

Ditambahkan lagi oleh Leni Tadika, pencarian dilakukan hingga pagi hari. Faktor cuaca menjadi sebab utama musibah tenggelam tersebut. 

“Kita mulai lakukan pencarian dari pagi dan tadi sekira jam 11.30 Wib istirahat untuk sholat dan makan siang. Tepat pada jam 13.30 Wib Tim kembali bergerak menuju lokasi penyisiran untuk menemukan korban tegelalam. Dari keterangan dua orang saksi merupakan teman korban saat peristiwa terjadi mengatakan faktor cuaca buruk menjadi alasan utama korban tengelam, ditambah lagi saat korban berusaha mengambil pancing nya yang terjatuh ke laut dengan menerjunkan diri ke dalam air. Dua orang sahabat nya yang tinggal kapal kayu jenis sampan dayung ternyata tidak bisa berdayung sehingga korban semakin jauh diseret arus dan ombak,”pungkas Leni Tadika mengakhiri keterangan nya. (Hms/koeh)
Link Terkait
PEJABAT